8.2.1.1. Kerajinan Limbah Keras

Limbah keras adalah limbah yang berwujud keras, padat, tidak mudah berubah bentuk, tidak mudah diolah, dan tidak mudah terurai dalam tanah.

Limbah keras relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa ;terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga

A. Jenis Limbah Keras

Limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu limbah keras organik dan anorganik.

1. Limbah Keras Organik

Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai dalam tanah.

Contoh limbah keras organik adalah cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu.

2. Limbah Keras Anorganik

Limbah keras anorganik adalah limbah berasal dari sumber daya alam dan kimia yang tidak terbaharui, yang berwujud keras, padat, sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk.

Contoh limbah keras anorganik adalah plastik, pecahan keramik, pecahan kaca, dan baja.

B. Penggolongan Limbah berdasarkan lokasi

Proses pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya. Hal itu akan menyebabkan proses produksi kerajinan bahan limbah keras pun berbeda-beda pula, tergantung dari limbah yang dihasilkan dari masing-masing wilayah. Oleh karena itu, sumber daya limbah keras organik dan anorganik dari masing-masing daerah ikut berbeda pula.

Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah keras yang dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan limbah keras berdasarkan kondisi wilayahnya.

  1. Daerah pesisir pantai/laut,
    Limbah keras yang banyak tersedia seperti cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, dan tulang ikan.
  2. Daerah pegunungan,
    Limbah keras yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah limbah kayu pinus, kayu abasia, dan kayu kamper.
  3. Daerah pertanian,
    Limbah keras yang didapat di daerah ini adalah tulang-tulang hewan ternak seperti tulang sapi, kerbau, kambing, ayam, serta tulang ikan.
  4. Daerah perkotaan,
    Limbah keras yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya berupa pecahan kaca, pecahan keramik, potongan logam, dan aneka plastik bekas perabot.

C. Proses Pengolahan Limbah Keras

Proses pengolahan masing-masing bahan limbah keras secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Di bawah ini proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras.

  1. Pemilahan bahan limbah,
    Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi.
  2. Pembersihan limbah,
    Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih.
  3. Pengeringan,
    Pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan menggunakan lap kering.
  4. Pewarnaan,
    Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat.
  5. Pengeringan setelah pewarnaan,
    Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan.
  6. Penghalusan,
    Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan diamplas.

D. Contoh Kerajinan Limbah Keras

1. Kerajinan kerang

Dahulu cangkang kerang dibuat menjadi produk mainan anak. Anak-anak sangat senang menggunakan mainan dari cangkang kerang yang berbentuk aneka hewan lucu. Namun, dengan berkembangnya teknologi, produk kerajinan cangkang kerang tidak hanya dibuat dengan cara disusun dan ditempel. Tetapi, juga dibor dan dipadukan dengan bahan logam. Dengan kreativitas dan inovasi dari perajin dapat dihasilkan kerajinan cangkang kerang yang indah dan unik.

2. Kerajinan Limbah sisik dan tulang ikan

Perairan Indonesia sangat kaya akan hasil lautnya, terutama ikan. Dari produk ikan, dihasilkan limbah yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan. Limbah ikan berupa sisik dan tulang ikan. Di daerah pesisir pantai banyak nelayan yang menjual ikan dan mengolahnya di tempat pelelangan ikan. Limbah sisik ikan banyak dijumpai di sana dan terbuang percuma. Belum ba nyak orang yang memahami bahwa sisik ikan dapat didaur ulang. Limbah dari sisik ikan itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya.

3. Kerajinan Tempurung kelapa

Kerajinan dari batok kelapa merupakan salah satu bentuk dari pemanfaatan kembali dari limbah batok atau tempurung kelapa yang sudah tidak terpakai. Batok atau tempurung kelapa dapat diolah dengan kreatif menjadi karya yang menarik. Tentunya juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

4. Kerajinan Limbah Plastik

Plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai. Di lain sisi, membakar sampah plastik dapat menyebabkan polusi udara yang lama kelamaan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Untuk itu, berbagai elemen masyarakat yang umumnya tergabung dalam komunitas, rutin melakukan sosialisasi tentang daur ulang pastik untuk diubah ke barang bernilai jual. Selengkapnya...

SOAL LATIHAN